Rabu, 12 September 2012

Nama Nama Tulang pada Manusia


Tengkorak
Bagian kepala (os.cranium)
Bagian muka/wajah (os.splanchocranium)


Badan (os.trunca)
Ruas tulang belakang (os.vertebrae)
Tulang dada (os.sternum)

Tulang rusuk (os.costae)

Tulang gelang bahu (os.humerum)


Tulang gelang panggul (os.pelvis verilis)



Tulang anggota gerak
Tulang lengan (os.ekstremitas anterior)
  • tulang lengan atas (os.humerus)
  • tulang hasta (os.ulna)
  • tulang pengumpil (os.radius)
  • tulang pergelangan tangan (os.carpal)
  • tulang telapak tangan (os.meta carpal)
  • tulang jari tangan (os.phalanges manus)
  • ruas tulang jari tangan (os.digiti phalanges manus)

Tulang tungkai (os. ekstremitas posterior)
  • tulang paha (os.femur)
  • tulang tempurung lutut (os.patella)
  • tulang kering (os.tibia)
  • tulang betis (os.fibula)
  • tulang tumit (os.calcaneus)
  • tulang pergelangan kaki (os.tarsal)
  • tulang telapak kaki (os.meta tarsal)
  • tulang jari kaki (os.phalanges pedis)
  • ruas tulang jari kaki (os.digiti phalanges pedis)


Tulang dan Persendian


PENGERTIAN TULANG
Tulang merupakan kerangka tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berdiri tegak, Tempat melekatnya otot-otot sehingga memungkinkan jalannya pembuluh darah, tempat sumsum tulang dan syaraf yang melindungi jaringan lunak, juga tulang merupakan organ yang dibutuhkan manusia untuk mengangkat dan membawa barang-barang yang berat.
A.    Struktur Tulang
-         Tulang Rawan
Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondroblas. Sel-sel ini mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Lama-kelamaan kondroblas akan terkurung oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang rawan).
Tulang rawan pada anak-anak berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa. tulang rawan pada anak-anak berasal dari mesenkim dan lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan.
-         Tulang Keras (Osteon)         
Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras. Pada tulang keras, osteoblas pada lakuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang). Antara lakuna satu dengan lakuna lainnya dihubungkan oleh kanalikuli. Di dalam kanalikuli terdapat sitoplasma dan pembuluh darah yang bertugas memenuhi kebutuhan nutrisi osteosit.
Tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga).

B.    Sel Tulang

Ada lima jenis sel tulang dalam jaringan tulang, yaitu:
  • Sel Osteogenik: yang memberikan tanggapan terhadap trauma, seperti fraktura (patah tulang). Sel ini memberikan perlindungan pada tulang dan membentuk sel-sel baru, sebagai pengganti sel-sel yang rusak
  • Sel osteoblast: merupakan sel-sel pembentuk sel tulang. Cel ini melakukan kegiatan sintesis dan sekresi mineral-mineral keseluruh subtansi dasar dan subtansi pada daerah yang memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi
  • Sel osteosit: merupakan sel tulang dewasa yang terbentuk dari sel osteoblas. Sel-sel tulang ini membentuk jaringan tulang disekitarnya. Sel osteosit memelihara kesehatan tulang, menghasilkan enzim dan mengendalikan kandungan mineral dalam tulang, juga mengontrol pelepasan kalsium dari tulang ke darah.
  • Sel osteoklas: merupakan sel tulang yang besar, berfungsi untuk menghancurkan jaringan tulang. Sel osteoklas berperan penting dalam pertumbuhan tulang, penyembuhan, dan pengaturan kembali bentuk tulang
  • sel pelapis tulang: dibentuk oleh osteoblas disepanjang permukaan tulang orang dewasa. sel tulang ini mengatur pergerakan kalsiun dan fosfat dari dan kedalam tulang.
C. Jenis Tulang
Berdasarkan Bentuknya
-          Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Disebut tulang pipa karena tulang ini berbentuk seperti pipa dengan kedua ujungnya yang bulat.
-          Tulang Pendek
Tulang memiliki bentuk mirip kubus, pendek tak beraturan, atau bulat. contoh, tulang telapak kaki dan telapak tangan.

-          Tulang Pipih
Tulang pipih bentuk gepeng dan berupa lempengan lempengan lebar. Contoh tulang pipih adalah tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

-          Tulang Tak Beraturan
Dari namanya saja kita tentu tahu, bila tulang ini memiliki bentuk tidak beraturan. Contohnya dapat kita temukan pada tulang rahang dan ruas tulang belakang.

Berdasarkan Jenisnya  
-          Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan terdiri-dari sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks disebut kondrin yang dihasilkan oleh kondroblast (sel-sel pembentuk kartilago).

      -     Tulang Keras (Osteon)
            Tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat. Kedua senyawa ini menyebabkan tulang menjadi keras. Osteoblast pada lacuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang).
PERSENDIAN (HUBUNGAN ANTARTULANG/ARTIKULASI)
Hubungan Antartulang ( Artikulasi / Persendian ) - Antartulang dalam tubuh berhubungan satu dengan yang lain agar dapat melakukan fungsinya dengan baik. Hubungan antartulang itu disebut persendian (artikulasi).

Berdasarkan keleluasaan gerakan yang dihasilkan, ada tiga jenis persendian, yaitu sinartrosis, sinfibrosis, dan diartrosis.
a. Sinartrosis
Sinartosis adalah persendian yang tidak dapat digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture atau sinostosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.


b. Amfiartrosis atau Sinfibrosis
Amfiartrosis atau Sinfibrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago), jaringan ikat serabut, dan ligamen sehingga memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contohnya sendi antara tulang betis dan tulang kering.

c. Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan gerakan tulang-tulang secara leluasa. Misalnya sendi engsel pada lutut dan siku serta sendi peluru pada pangkal paha dan lengan atas. Ujung tulang yang membentuk persendian (diartrosis) bersifat khas, yaitu berbentuk bonggol, sedangkan ujung yang lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol. Setiap permukaan sendi dilapisi dengan tulang rawan hialin dan dibungkus dengan selaput sinovial yang membentuk minyak sinovial. Minyak sinovial atau minyak sendi ini berfungsi untuk melicinkan gerakan.

Diartrosis meliputi beberapa macam persendian. Berdasarkan arah gerak yang ditimbulkannya, diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan macam sendi yang dijelaskan sebagai berikut.
Macam Macam Jenis Sendi

1. Sendi Engsel
Sendi engsel adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Contohnya, Persendian pada tulang siku dan lutut.

2. Sendi Pelana
Sendi pelana adalah persendian yang memungkinkan gerakan ke dua arah. Contohnya, Persendian pada hubungan antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

3. Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian tulang yang satu mengitari tulang yang lain sehingga menimbulkan gerak rotasi. Contohnya, Tengkorak dengan tulang atlas dan radius dengan ulna.

           
4. Sendi Geser
Sendi geser adalah persendian yang gerakannya hanya menggeser, kedua ujung agak rata dan tidak berporos. Sendi geser disebut juga sendi kepat atau sendi avoid. Contohnya, Persendian pada hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.



5.Sendi Luncur
Sendi luncur adalah persendian tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan badan melengkung ke depan, ke belakang atau memutar. Contohnya, Skapula dengan klavikula dan karpal dengan metakarpal.

6. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah persendian tulang yang gerakannya paling bebas di antara persendian yang lain, yaitu dapat bergerak ke segala arah. Contohnya, Tulang lengan atas dengan gelang bahu dan tulang paha dengan gelang panggul.

7. Sendi Elipsoid / Kondiloid
Mirip dengan sendi peluru, hanya saja sendi elipsoid memiliki bonggol dan ujung-ujung tulangnya tidak membulat, tetapi sedikit oval. Oleh karena itu, gerakan yang dihasilkan lebih terbatas dibandingkan dengan sendi peluru. Contohnya, hubungan antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 07 Juni 2012

TIPS BERLALU LINTAS TERTIB DAN AMAN


TIPS BERLALU LINTAS TERTIB DAN AMAN

Dalam berlalu-lintas, harus diperhatikan beberapa hal yang terkadang terlihat sepele namun penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan akibat rem blong misalnya, hal ini tidak akan terjadi bila kita memperhatikan tips dalam berkendara.
Agar tidak merugikan orang lain, tips berlalu-lintas juga harus dipraktekkan. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena menerobos lampu merah. Padahal, ini merupakan kesalahan sepele namun bisa berakibat fatal
Tips aman dalam berkendara
·         Gunakan helm yang standar nasional maupun internasional. Pastikan kaca bisa untuk melindungi wajah dari debu atau angin dan aman untuk berkendara.
·         Gunakan jas hujan dengan model pakaian (baju + celana). Sebaiknya hindari penggunaan jas hujan model jubah/ponco
·         Bagi pengendara sepeda motor pergunakan alas kaki yang tidak licin, tahan air dan aman untuk berkendaraan
·         Periksa semua lampu kendaraan apakah berfungsi dengan baik, sudahkah menyala  terang dan mencapai jarak maksimum atau belum.
·         Periksa kondisi kontrol utama komponen kendaraan anda yaitu kemudi, pedal rem, gas maupun kopling apakah sudah dalam kondisi baik dan berikan perawatan extra selama musim hujan, karena untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan orang lain yang dapat menyebabkan kecelakaan.
·         Kurangi kecepatan anda dalam mengendarai kendaraan, karena pada saat hujan permukaan jalan yang licin akibat dari bercampurnya oli dengan air dapat membuat anda tergelincir (slip). Mengemudikan kendaraan dalam kondisi kecepatan lebih rendah akan membuat alur ban kendaraan anda lebih banyak bersentuhan langsung dengan aspal dan membuat daya cengkram ban lebih baik.
·         Apabila terjebak banjir dan kendaraan anda mogok karena air masuk ke saluran pembuangan kendaraan anda, jangan menghidupkan mesin kembali. Lebih baik didorong ketempat yang aman, karena di khawatirkan sistem pengapian anda mengalami korsleting dan dapat membuat kendaran anda terbakar.

Lalu-lintas dan UU Lalu-lintas dibuat untuk mengatur dan menjaga keamanan bersama, karena itu taatilah lalu lintas maka Anda dan orang di sekitar Anda akan aman dan nyaman